Langsung ke konten utama

Agar Agar Adalah Makanan Sehat


Agar-agar adalah senyawa macromolecule polisakarida yang dikandung oleh beberapa jenis rumput laut khususnya yang tergolong pada red algae, yang mempunyai sifat umum larut dalam air panas dan menjendal membentuk gel Oeli) bila didinginkan. Senyawa agar-agar secara garis besar merupakan rantai panjang polisakarida dan merupakan struktur molekul kombinasi berulang (repeating unit) secara bergantian dari dua unsur, yaitu; agarose bersifat netral yang kuat daya gelasinya (gel strength) dan agaropectine bersifat asam yang lemah daya gelasinya.



Sejak awal abad 20, dalam beberapa Farmokope di beberapa negara (seperti Farmakope Jepang Edisi ke-4, tahun 1920), agar-agar dengan kandungan seratnya sekitar 80%, telah ditulis sebagai obat pencahar ringan, sehingga dari dahulu telah dipikirkan efek perbaikannya terhadap aktifitas defikasi sangat baik. 

Dari uji efek konsumsi agar-agar dalam bentuk gel terhadap aktifitas defikasi dan sifat faeces pada beberapa pelajar yang dilakukan di Jepang, dapat dijelaskan bahwa efek perbaikan pada aktifitas defikasi dengan konsumsi agar-agar sebanyak 2,0g perhari selama 2 minggu, menunjukkan frekwensi defikasi dan volume faeces bertambah secara signifikan, dan efek perbaikan pada aktifitas defikasi pada orang yang sakit sembelit cenderung lebih besar daripada orang yang tidak sakit sembelit. 



Kebutuhan serat makanan bagi masyarakat Indonesia belum banyak diteliti dan lebih banyak mengacu kepada kebutuhan serat makanan bagi masyarakat dari berbagai negara lain, yang pola makanan dan postur tubuhnya
berbeda dengan masyarakat Indonesia.

Sebaik-baiknya pemanfaatan serat makanan adalah serat makanan alami dibandingkan dengan sintesis, akan tetapi pembahasan yang terangkat kepermukaan tampaknya kurang memperhatikan penggolongan dari serat makanan, seperti; berdasarkan sumbernya, jenisnya, sifat-sifat fisika-kimia dan biokimia serta peran fisiologisnya dari serat makanan itu sendiri yang tentunya akan memiliKi kemanfaatan dan efek yang berbeda pula. 

Selain penggolongan serat makanan sintesis dan alami, serat makanan dapat pula digolongkan berdasarkan sumbernya (seperti; sayur, buah-buahan, biji-bijian, umbi-umbian dll.) atau bersumber dari tanaman darat dan tanaman air tawar maupun laut.

Selain itu serat makanan dapat digolongkan pula kepada serat makanan yang tidak Iarut dalam•air (seperti selulosa, hemiselulosa, lignin dll) dan serat makanan yang larut dalam air (seperti pektin, gum, agar, karaginan, alginat, dll). Untuk serat makanan yang tidak dikonsumsi langsung sumbernya, maka perlu diperhatikan pula cara proses mengisolasi atau mengekstraksinya karena akan berpengaruh pula terhadap sifat fisika-kimia dari serat yang dihasilkan. 

Pada intinya, setiap jenis serat makanan memiliki struktur kimia, sifat-sifat fisika-kimia dan biokimia yang berbeda, sehingga efek fisiologis dalam• penggunaannya sebagai serat makanan akan berbeda untuk setiap jenis serat.

Pada umumnya serat makanan yang digunakan sebagai tambahan makanan (food supplement) memiliki sifat hydrophilic (suka akan air), larut Serat makanan yang pada umumnya memiliki struktur polisakarida rantai panjang, beberapa jenis diantaranya memalui proses enzimatis dalam proses pencemaan akan mengalami perubahan menjadi serat makanan dengan struktur rantai pendek (oligosakarida), yang tidak mengakibatkan penjendalan (gelasi) dan tetap berbentuk larutan keloidal , sehingga kekhawatiran terjadinya ileus dapat dihindari. Dengan demikian apabila memang diperlukan serat makanan tambahan, maka pemilihan jenis serat makanan yang tepat dan konsentrasi yang tepat akan dapat menghindari kehawatiran diatas. 

Senyawa hidrokoloid yang berasal dari rumput laut, seperti agar-agar, juga merupakan senyawa polisakarida rantai panjang yang banyak Studi menunjukan bahwa bahan makanan yang dicerna dalam tubuh, 12% diserap oleh dinding lambung, 60% diserap oleh usus halus dan 28% oleh colon (usus besar), karenanya faktor konsumsi makanan sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh manusia.



Dari beberapa penelitian menunjukan bahwa serat makanan yang terkandung dalam agar-agar sangat berguna mengaktifkan kerja usus untuk mengantarkan makanan yang menumpuk, sehingga buang air besar lancar (mencegah sembelit). Agar-agar dapat membantu mencegah panas dalam dan sariawan dan karena merupakan bahan makanan yang non-kalori, maka agar-. agar juga cocok untuk menu dalam program diet (mencegah kegemukan). Prof. Dr. Tochikubo dari Fakultas Kedokteran Universitas Yokohama Shiritsu menyimpulkan bahwa salah satu penyebab te adinya penyakit tekanan darah tinggi adalah kegemukan. 

Dari pengamatan terhadap pasien-pasienya,menyimpulkan bahwa bila terjadi penumpukan lemak dapat menyebakan darah tinggi, diabetes {gula darah}, darah lemak tinggi sehingga mengakibatkan mudahnya terjadi infraksi jantung. Prof. Osamu selama 8 tahun dengan pasien sekitar 500 orang melakukan bimbingan makanan dengan menggunakan agar­ agar, dan mulai tahun 2004 bersama Dr. Maeda melakukan pengujian penggunaan agar sebagai makanan secara sistematis. 

Dari pengamatan yang dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan pemanfaatan agar-agar dapat menurunkan berat badan dan sekaligus diperoleh data dapat menurunkan kadar kolesterol, menurunkan kadar gula darah dan menurunkan tekanan darah tinggi. 

Jadi agar-agar ternyata tidak hanya sekedar makanan diet. Oleh karena itu, kenapa tidak kita gunakan agar-agar sebagai makanan sehat untuk mempertahankan mempertahankan kesehatan dan mencegah terjadinya berbagai penyakit seperti sembelit.


Komentar

Pos populer dari blog ini

6 Tanda Dan Gejala Batu Ginjal

Gejala Penyakit Batu Ginjal dan Penyebabnya Pada artikel ini kita akan membahas gejala penyakit batu ginjal, penyebab, faktor risiko, jenis-jenis batu ginjal serta cara pengobatannya. Batu ginjal (renal lithiasis) adalah gumpalan kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal anda.

Batu ginjal terbentuk dari mineral dan asam garam. Batu ginjal dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pada skenario yang umum, batu ginjal terbentuk ketika urin berkonsentrasi, mineral mengkristal dan menggumpal.

Tanda Dan Gejala Kanker Payudara

1. Benjolan / Penebalan di Sekitar Payudara
Benjolan di sekitar payudara merupakan salah satu ciri atau tanda paling awal yang harus anda perhatikan. Sebagian wanita memiliki benjolan di daerah ketiak atau sekitar payudara sebagai tanda awal mereka telah terkena kanker payudara stadium awal.

Perbedaan Igg dan Igm

Suatu imunoglobulin (Ig) atau antibodi merupakan protein yang mengikat antigen dalam kasus-kasus tertentu. Baik IgM dan IgG merupakan imunoglobulin. Antibodi diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan antigen seperti bakteri dan virus. IgM merupakan antibodi yang dihasilkan segera setelah exposure-kedapatan adanya- penyakit, sementara IgG merupakan reaksi lanjutannya. IgG umumnya memberikan kekebalan kepada pasien.