Gejala Stres Efek Pada Tubuh Perasaan

Gejala Stress


Sekitar 90% manusia di dunia ini sebenarnya mengalami stres. Gaya hidup serta aktivitas sehari-hari menjadi pemicu munculnya stres dalam tubuh Anda.Diet Sehat

Stres dan gejalanya dapat menjadi silent killer bagi kesehatan Anda. Oleh karena itu ketahui tanda rahasia saat stres menyerang tubuh secara diam-diam.

Susah berkonsentrasi
Jika Anda mengalami susah konsentrasi yang cukup parah, itulah salah satu tanda bahwa tubuh Anda sedang stres.

Nyeri otot
Selain karena cedera, nyeri otot yang menyerang tiba-tiba dapat menjadi tanda bahwa tubuh Anda sedang terserang stres. Stres dapat membuat otot leher dan otot punggung menegang secara tiba-tiba.

Mungkin banyak dari kita yang berfikir bahwa efek dari stres itu bisa dirasakan secara fisik melalui gejala pada tubuh seperti sakit kepala dan sakit perut. Stres memang bisa mempengaruhi banyak aspek kesehatan termasuk fisik dan mental, mulai dari rambut, gigi, dan kulit, dan mempengaruhi ingatan, konsentrasi, dan hingga mempengaruhi tidur. Yang pada akhirnya menimbulkan efek nyata yang dimanifestasikan menjadi beragam penyakit fisik seperti stroke, darah tinggi, dan lain sebagainya. Itulah tak heran jika banyak yang bilang bahwa stres adalah ibu dari segala penyakit. Sementara masalah stres mungkin terlihat serius, namun menghilangkannya bisa membuat peningkatan kesehatan dan kebahagiaan keseluruhan secara nyata

5 Tanda Stress


Inilah 5 tanda stres beserta ciri-cirinya yang perlu untuk diwaspadai

1. Insomnia Salah satu ciri stres adalah tetap terjaga dalam waktu lama setelah berbaring di tempat tidur, insomnia atau tidak bisa tidur. Insomnia bisa berasal dari berbagai sumber, salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah stres. Stres dapat menyebabkan sejumlah masalah yang berhubungan dengan tidur termasuk sulit tidur, kesulitan untuk tetap tidur, dan kualitas tidur yang buruk. Cobalah untuk mengatasi stres melalui olahraga secara teratur, menjalankan hobi, serta berkumpul dengan orang yang Anda cintai.

2. Mengalami kerontokan rambut dalam jumlah tak wajar Rambut rontok beberapa helai adalah normal, karena akan cepat diganti dengan helai rambut yang baru. Namun, ketika Anda sedang stres baik secara fisik atau emosional, kerontokan helai rambut yang bisa mencapai 100 atau lebih dalam sehari, yang jika terus berlanjut tentunya bisa membuat Anda kehilangan setengah sampai tiga perempat rambut. Dikenal sebagai Telogen effluvium, jenis rambut rontok yang seringkali disebabkan oleh stres mungkin akan terjadi segera. Bahkan mungkin hal ini membutuhkan waktu beberapa minggu atau bulan setelah peristiwa stres, baru rambut akan benar-benar rontok. Untungnya, setelah enam atau delapan bulan, jenis rambut rontok ini seringkali akan membaik. Baca juga : Beberapa penyebab kerontokan rambut

3. Mudah lupa Kita semua mungkin pernah mengalami lupa tempat dimana kita telah menaruh sesuatu, tetapi penelitian menunjukkan bahwa semakin kita stres seringkali penyakit lupa semakin menjadi. Tidak hanya bisa stres dalam jangka panjang, beberapa minggu atau bulan stres sudah bisa mengganggu komunikasi antara sel-sel otak – bahkan beberapa jam stres akut bisa mempengaruhi kemampuan otak untuk menyimpan informasi dan membangkitkan ingatan. Banyak orang mengindikasikan bahwa sering kelupaan memunculkan kekhawatiran tentang kepikunan atau alzheimer. Tapi sebelum mengambil kesimpulan, ambil langkah mundur dan mempertimbangkan apakah stres kronis dalam hidup Anda yang mungkin berperan dalam masalah memori Anda.


4. Stres mempengaruhi kesehatan gigi Kebanyakan dari kita mungkin sudah berberpengalaman dalam hal menjaga kesehatan gigi seperti menyikat dan berkumur. Tapi mungkin tak banyak dari kita yang menyadari bahwa efek stres juga dapat mempengaruhi kesehatan gigi. Siang hari dan bahkan saat tidur, orang yang berada dalam pengaruh stres mungkin akan sering menggeretakkan gigi, atau menggiling bolak-balik satu sama lain dengan kuat. Kondisi ini disebut dengan bruxism, yang tidak hanya bisa merusak gigi, tetapi juga dapat menyebabkan masalah sendi temporomandibular – yang menyebabkan sakit rahang dan sakit leher parah.

5. Menyebabkan masalah Kulit sensitif Menurut American Academy of Dermatology, perasaan dan pikiran kita benar-benar bisa mempengaruhi penampilan luar – hal ini terutama berlaku ketika kita stres. Salah satu tanda atau efek dari stres adalah kulit yang lebih sensitif terhadap iritasi. Stres juga dapat memperburuk kondisi atau penyakit kulit yang sebelumnya sudah ada, termasuk rosacea, psoriasis, jerawat, serta dehidrasi kulit, yang memungkinkan alergen, bakteri, atau polutan bisa memperparahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Favorit Pembaca

LDL-Kolesterol-Jahat

Kolesterol HDL dan kolesterol LDL mungkin sedikit awam di telinga masyarakat. Hal itu dikarenakan kedua kolesterol tersebut digabungkan me...